Uncertainty

•November 22, 2009 • 1 Comment

coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan menuju satu alasan,
janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan, dari apa yang dijalankan”

“aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan,
terlena akan manis cinta dan berujung kecewa,
aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti,
lebih baik kita menangis dan terluka hari ini..”

“yang ku inginkan..
satu tujuan..
sebuah kenyataan..

bukan impian..
bukan harapan..
bukan alasan..
satu kepastian..”

we just want to live happily ever after

Lately, I really feel connected with this song. I just simply feel that this song really represent my feeling. I even wrote those lyrics in my facebook status, which make some reactions from my mates that think that I seem very desperate, gloomy, and mourning. One of my closest mate, Tian, even consider me as a “drama queen” because of that status. Hmm..I’m not pretty much like it, even though, yes, sometimes I think that I’m qualified enough to entitled that “title”, hehe..

After 2 years having a rollercoaster-up and down-bittersweet relationship with someone, sometimes I feel that our relationship is going nowhere. Yes, we growing up together, welcoming the graduation together, holding hands to face the new status as fresh graduate that struggling in our new workplace, enjoying the happy and romantic moments together, and even facing a several fighting and break ups. But even so, we still can’t reach our final goal, which is married, because of a particular reason that I can’t mentioned here.  I feel hurt, disappointed, and a bit frustrate because I don’t have the power to change the condition. I won’t blame anyone because of it. I just consider this as my destiny. It’s just the same as I have to accept the condition that I was born into this crazy world, even though I never ask for it. And the case is similar with that. I never ask and never want the condition turned out to be as complicated as this, but what can I say? This is my destiny, and I have to take it gracefully and adapt with it by tring to be a very patient person, which is not-so-me, actually.

I just wish that there’s a certainty in this relationship, as written in the lyric that I wrote above. I don’t want this relationship to be wasteful and end up tragically. I just hope that what we have built for the past 2 years will have a sweet ending. Just let’s cross our fingers together and pray for me, for us. Amin.

Money, money, money

•October 2, 2009 • 1 Comment

Money,  money, money…

Love it, need it, pursue it, can’t live without it..

can't live without it, am I??

can't live without it, am I??

Ah, masak iya, lebay banget yah? Tapi emang bener deh, apa coba yang nggak pakai duit?!!

(*) Mau makan, butuh duit

(*) Mau jalan2, butuh duit

(*) Mau dirumah aja? Nggak jalan2 kemana2? Tapi lampu dirumah nyala kan, trus pengen nyalain TV kan,  nah, berarti tetep butuh listrik kan, yang artinya untuk bayar tagihan listrik itu butuh…duit..

(*) Atau mau jalan2 doang ke luar rumah aja, nggak kemana, tapi2 perintilan yang dipake di badan itu, mulai dari baju sampe sendalnya kan belinya pakai…duit..

Ah, duit, menggoda banget ya..sampai2 gw sayang banget berpisah dari duit gw.. Beneran, tabungan gw lumayan banyak karena gw irit banget orangnya, bahkan mungkin bisa dibilang pelit, hehehe…Kayaknya untuk ngeluarin sekian rupiah untuk ngebeli suatu barang tuh rasanya suliiiiit banget, kecuali utk beberapa occasion tertentu kayak ultah nyokap atau apa gitu..

Dipikir2, kepelitan gw tuh sebenernya merugikan juga deh krn pada akhirnya kadang gw ngebeli barang kwaliteit dua yg harga nya lebih murah, padahal at the end, gw kuciwa abis sama performa nya. Contohnya nih, laptop second yg gw beli dari bokapnya temen gw. Baru beberapa bulan pakai, eh si laptop udah ngambek, bahkan sampai sekarang pun doi udah nggak bisa dipakai lagi. Akibatnya, sampai sekarang gw suka ngerepotin si cumumu krn gw suka pinjem si umay (laptopnya dia) utk ngerjain side job gw. Sebenernya ada sih budget, tapi rasanya kok suayaaaangg  banget ya buat ngeluarinnya..Kayaknya seneng aja gitu kalo ngeliat nominal saving gw tetep gede ^_^

Yeah, I know that I’m wrong, and I shouldn’t treat my money that way, sampe2 gw ngerasa nggak relaaa banget berpisah dengannya (nampaknya gw udah ter-brain washed oleh Paman Gober yah, hoho..). Mengutip temen gw, si bram, dia bilang kalo sah2 aja utk beli barang mahal asal sesuai dengan kebutuhan dan kualitasnya..Dan hal itulah yang gw akan coba utk terapkan..

The conclusion is there are so many things that worth more than the money such as the love from your loved ones, the chance to live and breathe the fresh air every day, and the chance to realize that we are so lucky compare to the other people out there that still struggle and try hard to find a shelter or a place to live while we can enjoy sleep under the comfy roof. Nevertheless, yes, money can help you to fulfill your daily needs, to buy branded goods, and to buy expensive house and cars, but remember, use it wisely and do not praise it or put it as your first priority in life, cause money can’t buy LOVE from your mates nor family. (well, I still try to implement those things that I wrote in my own life  *sigh*)

Live life to the fullest!

cheers,

-puput

030909

source gambar: smpn29samarinda.wordpress.com

Lagi Males

•September 24, 2009 • Leave a Comment

Lagi,,

Males,,

Nge-blog,,,

sekian,,wassalam..

ttd

-Puput-

250909

Sebuah Kisah

•September 6, 2009 • Leave a Comment

(Ini Sebuah kisah, yang mampu membuat semua cewek, mampu meneteskan air mata mereka. Cocok untuk bahan renungan dan pembelajaran untuk para suami, ataupun calon suami, coz we adore a man like Bpk. Eko.)

MAMPUKAH KITA MENCINTAI ISTRI KITA TANPA SYARAT???

Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo Suyatno, Direktur Fortis
Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan
Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana
di Indonesia.
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun. Kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. Istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun dan dikarunia 4 anak. Disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke-empat, tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa
digerakkan, ini terjadi selama 2 tahun. Menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang. Lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum; untunglah tempat usaha pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas  maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan
apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi. Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya
setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun,dengan sabar
dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah. Pada suatu hari…ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orang tua  mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah mereka tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan dia yg  merawat ibu mereka yang dia inginkan hanya satu agar semua anaknya dapat berhasil. Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu,  semenjak  kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak…….
bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” . Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2 “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan
mengijinkannya,  kapan bapak menikmati masa tua bapak,dengan berkorban seperti ini,  kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya.”Anak2ku ….. Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu,  mungkin bapak akan menikah….. tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian….sejenak kerongkongannya tersekat… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat dihargai dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg  masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit. Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno..dengan pilu ditatapnya
mata suami yg sangat dicintainya itu……

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya  yg  sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita :  “Jika manusia didunia ini  mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran,perhatian adalah kesia-siaan.

Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yg lucu2..Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya  apa adanya.  Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”

(Disadur dari  fwd email temen gw).

THE BEST COUPLE IN THE WORLD

eyang

My Beloved Eyang Putri dan Eyang Kakung

Mie Tarik Malaysia vs Mia Ayam Pangsit Tebet

•August 9, 2009 • 2 Comments

Mau yang murah meriah kayak Mie Ayam Pemuda ini…

Mie ayam pemuda

Atau yang rada mahal kayak Mie Tarik Malaysia ini??

Yummyy!!

Yummyy!!

Nggak masalah…Dua-duanya sama-sama sedap kok…

Yummyyy!!!

SKI: One Stop Tourism Destination

•July 25, 2009 • Leave a Comment

3 minggu yang lalu, saya dan keluarga (mama, papa, adik saya yang bandel, afni, dan eyang putri saya) berwisata ke Bogor. Dan berdasarkan referensi dari Jimmy, salah satu teman saya yang berdomisili di Bogor, kami pun akhirnya memutuskan untuk beriwata ke SKI.

SKI. Apakah itu? Ternyata SKI adalah singkatan dari Sumber Karya Indah. Ia adalah komplek wisata yang terletak di Wisata Tas Tajur Katulampa, Jl. Raya Katulampa No. 6 Bogor Timur, tak jauh dari pintu tol masuk Bogor.

Wow! Itulah reaksi saya ketika pertama kali memasuki kawasan ini. Betapa tidak, semua hal yang saya inginkan ada disini. Mau makan masakan sunda yang yummy, ada restoran nya. Mau belanja-belanja setelah makan, disini pun ada berbagai toko yang menjual aneka tas tajur yang terkenal dengan kualitasnya yang oke. Mau main permainan outbond yang menantang urat syaraf, ada pilihan wahana gokart, jumping trampolin, dan flying fox. Untuk para adik kecil pun disediakan aneka permainan yang tak kalah serunya, seperti arena permainan yang terbuat dari balon, perahu-perahu an, dan permainan gelembung udara di atas kolam yang sangat unik. Mengapa unik? Karena disini sang pemain harus masuk ke dalam gelembung balon berukuran super besar sebelum akhirnya gelembung tersebut digelindingkan di atas air. Dan jika ingin lihat binatang-binatang yang menarik, disini pun ada. Ada burung kakaktua putih yang cerewet, ada burung merak yang cantik, dan ada pula ikan airpama pemakan daging yang ukurannya super besar yang menjadi primadona bagi pengunjung yang bertandang kesini.

Arena Balon

wafel

Flying Fox

Namun, bagaimana dengan harganya? Mungkin itulah yang menjadi pertanyaan bagi kalian yang telah membaca berbagai fasilitas yang saya sebutkan di atas. Well, jangan takut, jangan kuatir, karena harga yang ditawarkan disana sangat terjangkau oleh berbagai kalangan. Harga makanan yang ditawarkan di restorannya mulai dari 10ribu-an. Sepiring nasi timbel lengkap yang terdiri dari nasi hangat, tahu, tempe, lalap, dan ikan jambal roti nya hanya dihargai sebesar 17ribu. Cukup murah bukan? Sedangkan untuk harga yang di bandroll untuk setiap permainan yang ditawarkan disini berkisar antara 20 ribu rupiah.

Ingin membawa souvenir atau oleh-oleh untuk sanak saudara di rumah? Tempat ini pun menyediakan aneka cemilan khas Bogor seperti kue sus kering dan bagelen. Selain itu, di dekat restoran pun, pengelola menawarkan aneka tanaman hias di pot yang bisa dibawa pulang ke rumah dengan membayar seharga mulai dari 10 ribu hingga 40 ribu rupiah.

Jadi, weekend ini Anda tak perlu bingung lagi kan mau kemana. SKI sebagai one stop tourism destination bisa menjadi salah satu alternatif lokasi yang pas untuk dikunjungi bersama keluarga. Selamat berwisata!!

Life’s Too Short

•July 19, 2009 • 1 Comment

Life is not about keeping track

of different things that burden your sack

It’s not about the number of friends

or how accepted you are by people or kin

Life is not whether you out all the time

or if you’re alone at the drop of a dime

It isn’t about the people who you date,

how many, or who

Life is not about the clothes you always wear

or if you go to the hair dresser

It makes no difference what kind of music you like

or whether you go to the movies by car or by bus

It is not about your nationality

too dark or too light..that shouldn’t be

Life is not about the classes you take

or even about the grades you make

It’s not about what others think about you

or how good you are at sports or music

It’s not about your ability to read and write

or seeing if you are accepted y the majority right

It’s not about how popular you are

But life is about the ones you love or hurt,

about keeping your words and not throwing dirt

It’s about who you make happy and glad

and it’s about doing it on purpose and not being sad

It’s about making sure people can put their trust on you

It’s about keeping a friendship and making new friends

It’s about keeping what to say, and how to show your emotions

It’s knowing how to stop rumours and not just letting it runs

and not saying plenty gossips, not even just for fun

Life is about who you have ignored

It’s about jealousy, fear, ignorance, and even sometimes revenge

Life is about stopping to hate and don’t follow your anger

It’s about  love and being with whom you love and love you

But most most of all, life is reaching out. Surviving

You can do a random act of kindness without letting anyone knows,

who you are, and why you do so. Strike silent kindness blow

So get it, together, and act as you want others to act towards you

And you’ll find out that life’s TOO short for all the good things you need to do

And cause life is too short, fill everyday you’re given with smiles, laughter, joy and happiness

Live your life to the fullest

Never regret what you’ve done, because it’s DONE anyway!

Just put a smile on your face, never stop learning, and survive!!

(This poem was written by one my dearest friend, adinda when we were still in junior high school.  Dinda is a young talented, gifted girl that lost her mom when she was still at the young age.  She ‘s very fluent in English, but I never thought that she would made a very touching and inspiring poem like this regarding the fact that she was still in junior high school when she wrote this. Every single word that she put on the poem is true. But, sometimes it’s hard to implement it. Sometimes, it’s hard to do all the good things that she wrote there when we meet the reality that full with challenges and problems. However, this poem is full with valuable message that could cheer me up on my hard days. Lastly, not forget to mention, this poem always remind me of a young talented-smart girl named dinda. Thanks sist!=)

Yes..We (and I) made it!!!!

•July 19, 2009 • Leave a Comment

Pheww..It’s been a hard week!!.. But the mad season is over, and we can enjoy our success, ho3..All the hardwork is paid off..

Baru kerja 1.5 minggu di kantor, tiba2 perusahaan tempat gw bekerja sekarang, harus melakukan yang namanya audit untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001 dan ISO 22000. Proses audit itu dilakukan dari tanggal 14-17 Juli kemaren. Maklum, namanya juga perusahaan consumer goods, kita musti struggling banget untuk mendapatkan kedua sertifikat itu yang diyakini nantinya bisa meningkatkan trustability masyarakat terhadap produk kita, yang pada akhirnya bisa menaikkan profit bisnis kita.

Selama 4 hari penuh, orang2 kantor musti rela untuk pulang malem demi merevisi findings yang ditemukan sama 2 orang external auditor yang super duper teliti. 4 thumbs up for my female boss that have worked very hard to work on this audit process. She even stayed overnight at the office..!! Wow…saluttt… Smoga dia mendapatkan balasan yang baik atas semua jerih payah yg dia lakukan. GBU Ms. C!

Selama 4 hari penuh kita menjalani proses audit

Selama 4 hari penuh orang2 pada ketar ketir ketika ada findings

Selama 4 hari penuh, sore hari selalu dipenuhi dengan meeting evaluasi

Selama 4 hari, kita harus menerima omelan dari sang ibu internal audit

Selama 4 hari penuh kita terus bertanya-tanya, kita bisa nggak ya, dapet sertifikasi..

Dan..akhirnya saat yang dinanti-nanti itu pun tiba. Hari jumat, tanggal 17 Juli, jam 3 sore kemaren, hasil audit pun diumumkan. Para auditor meeting di ruang meeting kantor kita dari jam 12 untuk menentukan nasib kita. Orang2 kantor pun menunggu dengan harap2 cemas, tegang banget, kayak orang nunggu hasil sidang skripsi. Dan walaupun peran gw disitu cuma seketek, tapi ikutan tegang juga krn I already feel that I also being the part of the team..

Berhasiiiill****

“Selamat bagi bapak/ibu, karena telah lolos verifikasi untuk ISO. Kami sangat salut atas quick action yang dilakukan. Walaupun demikian, ada beberapa temuan minor non conformity yang harus diperhatikan dan ditindaklanjuti lebih lanjut” begitulah sepenggal kalimat pembuka yang diucapkan oleh sang ibu external audit pada jam 3 sore itu. Kalimatnya sempat terputus karena disela oleh tepuk tangan dari semua orang kantor (termasuk gw) yang merasa sangat lega dan bersyukur atas hasil audit ini.

Yes, we made it sodara-sodara. Walopun ada yang harus diperbaiki, kita tetap merasa bersyukur krn bisa lolos audit yang “sangat menyeramkan” ini. Bos besar gw bahkan langsung syukuran dengan mengajak 25 orang kantor yang terlibat di proses ini untuk makan2 dan karokean di salah satu tempat di daerah kelapa gading.

Tapi, kerja belum usai. Kami masih harus merevisi dokumen, melakukan verifikasi dan juga implementasi yang benar sesuai dengan prosedur yang berlaku. Perubahan itu perlu, untuk ke arah yang lebih baik. Dan, itulah yang kami coba lakukan saat ini. Perjuangan untuk mendapatkan sertifikasi ISO sudah semakin dekat. Doakan kami yaa…!

Putih = Cantik??

•June 19, 2009 • Leave a Comment

Beberapa waktu lalu, saya kedatangan si bencek, sahabat saya dari Surabaya yang tengah on the job training di Jakarta. Senang sekali rasanya karena akhirnya saya bisa melepas rindu dengan dia. Namun, alangkah terkejutnya saya ketika mendapati ada berbagai macam produk perawatan skin whitening (pemutih kulit) yang tergeletak di meja rias hotelnya.

“Buset, segitu obsesinya banget sih untuk jadi putih??” begitu pikir saya. Namun si bencek membela diri dengan mengatakan bahwa semua tetek bengek perawatan yang ribet itu rela ia lakukan agar kulitnya terlihat “cling”. Katanya, ada rasa kepuasan tersendiri yang ia dapatkan jika dia terlihat putih. Dia bahkan mengkritik penampilan saya yang terlihat hitam.

Yah, si bencek memang tidak bisa disalahkan. Setiap orang berhak untuk mempunyai opini dan cara tersendiri untuk meningkatkan rasa percaya dirinya dengan menjadi putih. Putih memang nampaknya sudah menjadi obsesi sebagian besar wanita Indonesia, termasuk saya dulu. Ya betul, dulu saya akui bahwa memang saya telah terobsesi untuk menjadi putih. Hal itu terjadi karena ketika saya duduk di bangku SMA, ada pressure dari lingkungan dan peer saya untuk menjadi putih.  Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa propaganda dari media lah yang memiliki peran paling besar untuk membentuk mind set saya dan para wanita lainnya untuk menjadi putih.

Putih = cantik

Putih = lebih menarik

Putih = lebih ampun untuk menarik hati pria

Lah, terus pa kabar dong dengan wanita Indonesia seperti saya yang rata-rata memiliki kulit sawo matang? Akhirnya berlomba-lombalah para wanita itu untuk menjadi putih dengan mencoba berbagai produk skin whitening yang menjamur di pasaran. Saya sendiri itu kala itu pun tak ketinggalan untuk mencoba salah satu merek Cina yang menyebut dirinya sebagai produk ter-ampuh untuk membuat kulit putih dalam waktu yang singkat. Untungnya, hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Kulit saya terlihat lebih “terang” dan tak disangka, jerawat  pun mulai berkurang. Saya merasa bersyukur bahwa produk itu tidak berdampak negatif bagi kulit saya. Saya pun akhirnya melanjutkan pemakaiannya hingga kuliah. Akan tetapi di kala saya memasuki usia 20-an, saya mulai merasa bahwa hal tersebut tidak dibutuhkan lagi. Saya mulai mencintai diri saya apa adanya, termasuk kulit saya yang semakin menghitam karena aktivitas luar ruangan yang seringkali saya lakukan. Saya merasa bahwa hal yang penting bukanlah kulit yang putih, tapi kulit yang bersih. Selama kulitnya masih bisa terlihat bersih, tidak kucel dan bluwek dengan bantuan sebuah bedak, maka cukuplah perawatan kulit yang saya lakukan tanpa harus memakai lagi segala macam produk skin whitening itu.

Saat ini, saya merasa beruntung karena saya sudah menghentikan pemakaian produk skin whitening itu karena maraknya pemberitaan mengenai dampak negatif dari produk-produk tersebut. Kanker kulit, kulit memerah, dan kulit terkelupas hanyalah sekelumit dari tumpukan masalah yang disebabkan oleh produk pemutih itu. Gambar-gambar wanita dengan kulit yang rusak dan menyeramkan yang dengan gamblangnya ditampilkan di TV pun akhirnya membuat saya semakin “ngeri” untuk mencoba-coba produk itu lagi. Yah, saya tidak mengatakan bahwa keinginan menjadi putih itu jelek, karena hal tersebut  pada akhirnya kembali pada masing-masing individu. Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita semua bisa menerima dan mencintai diri kita apa adanya. Ingin menjadi putih sah-sah saja, tapi jangan sampai menjadi obsesi yang akan merugikan diri sendiri pada akhirnya. Media pun seharusnya mendukung hal ini dan mencontoh marketing communication yang dilakukan oleh Benetton dan The Body Shop yang menekankan pentingnya bagi wanita untuk menerima diri sendiri apa adanya karena setiap individu itu unik, dan setiap wanita itu cantik.

Saran saja nih buat salah satu produk pemutih, jangan hanya mempropaganda tagline “Bening Merona”, tapi kalau bisa, propagandakanlah juga tagline “Hitam mempesona”. Hal tersebut juga masih bisa menjadi Unique Selling Point kan? Jadi positioningnya bukan hanya membuat kulit lebih putih, tapi membuat kulit lebih bersih, sehingga wanita-wanita Indonesia yang berkulit hitam ataupun sawo matang tidak lagi memiliki obsesi berlebihan untuk memiliki kulit yang putih agar dianggap cantik. Apapun warna kulitnya, “wajahmu tetap bisa mengalihkan duniaku kan?” = p

Cheers,

-Puput-

Aku Ingin Kamu Cepat Pulang

•June 19, 2009 • Leave a Comment

Aku Ingin Kamu Cepat Pulang..

Aku hanya ingin kamu cepat pulang..

kembali ke rumah

tempat di mana kamu merasa nyaman

dan aku merasa aman..

I want you to come home

I want you to come home

Aku posesif, aku obsesif, aku bawel

itulah protes yang sering kamu lancarkan..

Tapi..

Tahukah kamu..

Mengertikah kamu..

bahwa..

Aku hanya ingin kamu cepat pulang

meninggalkan semua rutinitas dan kegilaan itu

agar aku bisa kembali memilikimu secara utuh

mendengarkan suaramu dengan damai

merasa tenang karena kamu sudah tak bergulat lagi dengan kepenatan

dan menduakan aku dengan rutinitas dan godaan lain yang mungkin datang

Cinta adalah pengertian

dan aku adalah wanita yang ingin dimengerti

Jadi, kumohon agar kamu mengerti

bahwa aku ingin kamu cepat pulang

dan memahami dengan pasti

bahwa ada seseorang yang menunggu kamu pulang

disini..