Puput’s Blog

January 28, 2009

Share about my experience in meeting with “the expert”

Filed under: Uncategorized — Tags: , — puput22 @ 4:44 am

Actually, I think that there are no significant different in the interviewing technique of the expert and the other respondent that comes from common people. The point is whatever the social, educational, economic, cultural backgrounds of our respondent, we have to really put respect on them and make them feel comfortable to talk and to share their opinion with us, as the researcher. The main differentiation between the IDI with the expert and with the “common people” is only about the DG(discussion guide). I think that the DG for the expert is more straight to the point, more focused and more related to the things that the expert really know and have a deep understanding about it, so he/she could explain comprehensively about the topic that we asked to them. Generally, an expert like Reza Gunawan isn’t as arrogant as I think. He is so nice, so humble, and very cooperative. There are some main topics that we want to discuss with him.

First, we talk about the type or profile of his client (especially for women) who became his client. And he said that the profile of his clients is very various. They came from entrepreneur world, politician, housewife, or even celebrities. But Reza admitted that most of his client came from middle-up economy class. Why? Because nowadays, there are only few person that already have the expertise to be the Holistic Healing Practitioner (HHP). For more he also explained that this profession is different with psycholog. As the HHP, he believes that natural healing that come from your mind and soul is the best way to solve your problem, not only your mental problem, but also physical problem. Because if you could reduce your level of stress you also could be able to maintain your physical health. He also said that his main responsibility is to help his client to discover about their most critical problem. Why? Because he said that most of the client that came to him didn’t really know about their problem that they suffered about. And if they don’t get to know about the problem, how could do they solve the problem? Reza also said that the advice that could really works for you is come for yourself. No one can tell you that you should do this and that, because actually, the person who really knows you best is you. So, Reza try to be the reflection for his client so they can get really know about their problem and find a way to solve the problem.

Secondly, we also discussed about what his clients needed from him, and why did they come to Reza Gunawan, instead of the other Holistic Healing Practitioner. He said that the clients came to him for instance, of course, because they had a problem, and their problems are really various. They also may attract to come to him because some of them have seen and hear about his seminars and training that he held regularly. But Reza said he also make a limitation for the numbers of the client that he could handle everyday. He said that he only could handle 3 clients per day. It means that every client that want to meet him have to make an appointment before. Beside that, there is also a kind of “selection test” where the clients were being asked to fill the question on the link on the website so Reza could really identify about the goals from the clients. Is he/she only want to play around or are they really want to work hard to find a way to solve their problem. Reza said that it would be much easier to cooperate with the person who really eager to cooperate with him.

The point is, getting the chance to meet him is such as blessing for me because it can broadening my knowledge and information about many things, especially about the hollistic healing, the issue that really close to him.

Perempuan Berkalung Sorban : Sebuah Potret Penyalahartian Peran dan Posisi Perempuan dalam Islam di Sebuah PonPes

film yg bisa bikin gw nangis selain Lion King

Berat. Itulah kesan yg gw dapatkan setelah menonton film ini. Biasanya setelah menonton film, impresi yg gw harapkan adalah: merasa lega, terhibur, dan sebagai ajang relaksasi pelepas penat di akhir pekan. Akan tetapi, lain halnya ketika gw menonton film yang sarat makna dan pembelajaran ini. Saat gw pulang, yang tersisa di benak gw tuh malah perenungan tentang: “Ya ampun, kok begini banget yah nasib perempuan Indonesia?” Pas sampe rumah pun, kepala gw masih berat karena adegan-adegan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan sama sang suami terhadap istrinya. Jadiii….Peringatan bagi yang mau nonton, tolong jangan ngajak adik/sepupu/anak/keponakan/siapapun yang masih berusia di bawah 17 tahun, karena banyak banget adegan yang “belum layak tonton” bagi mereka yang belum dewasa. Dan dari pengalaman nonton gw kemarin di sebuah Mall di Jakarta Utara, ternyata walaupun ada peringatan dari poster filmnya (kalo nggak salah) yang menyatakan bahwa film ini untuk 17 th plus, tapi tetep aja anak di bawah umur bisa masuk. Hal ini bisa gw deteksi dari suara anak kecil yg tiba2 aja membahana pas filmnya lagi diputar dan pas keluar dari bioskop, ada anak perempuan berusia sekitar 7 tahun yang ikutan keluar juga bareng orangtua. Hadooohh,,tolong deh, film ini tuh, menurut pendapat gw, sama sekali bukan film yg masuk kategori “parental advisory”, karena even though di-advisory sama orangtua pun, adegan-adegan yang ditampilin tuh emang belum sesuai sama umur mereka. Wong gw aja yg wiz berusia di atas 20 ini pun nutup mata saking nggak kuatnya nahan adegan kekerasan fisik dan seksual yang dilakukan sama tokoh sama Syamsudin terhadap tokoh Annisa yang diperankan Revalina di film ini. Jadi, tolong deh buat petugas2 bioskop, terutama mungkin Mbak-mbak dan satpam penjaga karcis, karena mereka adalah gateway para penonton untuk masuk, tolong deh disaring sebisa mungkin mana penonton yang emang udah layak tonton dan mana yang belum…

Key, balik lagi tentang film ini, kalo di-summarize siyh film ini pada intinya bercerita tentang penyalahartian kedudukan perempuan dalam Islam di sebuah ponpes yang terletak di daerah Jawa. Memang sih, orang Jawa itu terkenal sama paham patrilineal yang memang lebih mengedepankan peran lelaki dalam sebuah kultur, beda misalnya sama suku asal gw, Padang yang berpaham matrilineal dimana perempuan justru lebih “dianggap” karena dia dianggap sebagai penerus keturunan dalam sebuah keluarga. Di sini diperlihatkan secara jelas dan lugas bahwa perempuan benar-benar dianggap sebagai warga kelas 2. Memang sih, dalam Islam pun, perempuan tidak boleh menjadi Imam shalat maupun Imam dalam keluarga, tapi bukan berarti lalu hak2nya yang lain (seperti hak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, hak untuk berpendapat, dll) jadi ditindas dong. Islam juga kan nggak ngajarin seperti itu. Seperti katanya Le’ Chudori yang diperankan oleh Oka Antara di film ini,
bisa diliat di surat Ar-Ruum yang biasa ada disurat undangan pernikahan itu bahwa Allah itu menciptakan lelaki dan perempuan itu secara berpasang-pasangan. Dan bukan berarti bahwa perempuan itu kodratnya lebih rendah daripada lelaki. Mereka justru harus saling menghormati” begitulah intisari dialognya kurang lebih.
Selain itu, film ini juga bercerita tentang makna kebebasan yang bertanggung jawab dan mana yang nggak (miris banget deh ngeliat tokoh Aisyah yang tadinya anak pesantren langsung berubah 180 derajat ketika dia belajar di Jogja). Selain itu, film ini juga bisa jadi ajang pembelajaran buat para guru untuk tidak merasa selalu benar dan mau untuk menjadi lebih open minded dan menerima perbedaan pandangan dengan para muridnya. Soalnya, disini digambarkan pula tentang pola pengajaran “Guru selalu benar, dan jika Guru salah, kembali ke Poin 1” yang diterapkan di Pondok Pesantren. Duh, pokoknya pesan moralnya banyak dan “dalem” banget. Pinter2 kita aja sebagai penonton untuk mencernanya.

Salut 2 jempol buat Hanung Bramantyo yang kalo menurut gw sih, udah berani dan sukses banget bikin film dengan tema seberat ini yang pastinya, jelas akan menuai kontroversi dari banyak pihak yang akan suka maupun nggak suka sama film ini. But, despite dari kekurangan2 yg terdapat dalam film ini, seperti:
- ada bloopers (adegan2 yang kurang masuk akal/nggak jelas), kayak misalnya kok si tokoh Annisa yg pada akhirnya nggak jelas bisa nyelesain kuliahnya atau nggak. Dan kok tiba2 dia bisa dianggap sebagai penulis yg oke, padahal tulisannya baru dimuat sekali di Koran. Ataupun tentang bagaimana cara Le Chudori menghidupi keluarganya ketika dia pindah ke PonPes
- Alur ceritanya turun-naik, turun naik, sehingga ketika gw kira adegannya udah klimaks dan udah menuju ke ending yg berujung penyelesaian, tapi ritme adegannya kok jadi datar lagi, trus naik lagi, sehingga kadang bikin gw jadi rada bosen di ¾ film.
- Etc.
Tapi secara keseluruhan, gw tetap nganggep film ini bagus karena udah sukses banget mengaduk-aduk emosi gw sebagai penonton sampai ikutan terbawa ke dalam ceritanya (gw sampe nangis termehek-mehek dan diliatin dengan tatapan heran oleh cowok gw ketika ada adegan perempuan yang mengaku bahwa dia nggak bisa keluar dari rumah walaupun dia nerima kekerasan fisik dari suaminya karena dia ngerasa bersalah karena nggak punya anak, haduuuh…nggak tahu kenapa air mata gw langsung ngalir pas denger hal kayak gini, krn gw mikir: aduh, kok sebegitu besar ya pengaruh dari kultur yang menomorduakan perempuan sehingga si tokoh ini bisa merasa menjadi submarginal seperti itu…sediihhhh banget dengernya, trus gw nengok ke arah laki gw dan nanya: “Kalo tar aku nggak bisa punya anak, kamu bakal gimana sama aku?” dan dia dengan wisely nya menjawab: “Nggak apa-apa, kita kan berusaha. Berusaha itu kan artinya nanti kita bisa adopsi anak yg lucu-lucu juga..” To twiiittt yahh…he3..).

Akting pemain2nya juga bagus, terutama akting Revalina (gw gak nyangka aktingnya bisa keren banget gitu, natural, masuk banget ke dalam karakternya) dan aktingnya Syamsudin (yang diperankan sama Reza Rahardian), sumpah, itu juga baguuus banget, soalnya bisa bikin gw sampe gregetan dan sebell banget sama si tokoh Syamsudin yg antagonis (terutama pas adegan dia maksa istri keduanya yang lagi hamil untuk ngelayanin hasrat seksual dia), salut 2 jempol deh buat kalian berdua, semoga bisa diganjar penghargaan yg pantes yah..Citra kalo bisa..amiinnn ^_^

Last, himbauan buat yg nonton film ini, jangan punya prasangka buruk dulu sebelum nonton film yang mengangkat judul “Perempuan Berkalung Sorban” sebagai simbolisasi wujud dominasi kaum pria (yg disimbolkan oleh sorban yg biasa dipakai laki2), terhadap wanita ini. Buang jauh2 semua rasa antipati terhadap film ini kalo udah denger rumors negative yang ada, nonton filmnya dulu sampe abis, tangkap bener-bener pesannya, dan ambil pelajaran dari hal baik maupun hal buruk yang ditampilkan disini, okeyh..Selamat menonton!

January 19, 2009

Berkelana Ke Jakarta Kota..

Sebenernya..

Ini udah kali kedua gw kesana dan udah bbrp bulan yang lalu juga,,Tapi pengen share dikit ah disini..Abis  gak pernah bosen siyh kesana…secara..banyak banget pesona yg ditawarkan:

pesona#1: Tempatnya okeh banget bwat jadi background poto2. Makanya kalo kesini kudu wajib mesti bawa kamera digital. Kalo punya sense of ngambil angle foto yg bagus kayak gw (=p), pasti hasilnya okeh kok. Kalo nggak punya kamera digital, mbok ya minjem. Makanya gw berterima kasih banget sama Leonardus W. Satrio aka leo “bokep” yg udah rela minjemin kameranya bwat gw, hehe..smoga Anda tidak kapok..he2..

pesona#2: Makanannya murah, ada mie ayam seharga 6ribu yg lumayan enak depan Fatahillah yg bisa lo nikmati sambil duduk2 dan menikmati pemandangan Cafe Batavia (yg harganya selangit itu..)

pesona#3: Banyak museum yg bisa dikunjungin..Harga tiketnya pun nggak menguras kantong. Cuman dengan 2ribu sampai 3ribu rupiah, kita udah bisa masuk museum dan berkelana sejenak ke masa lalu. Kalo pengalaman gw siyh pernahnya ke museum bank mandiri, seru banget, banyak diorama2 gitu..Trus ada permainan “catcth the coin” gitu..Jadi kita main tangkap2an koin emas yg diproyeksikan di dinding gitu, seru deh..

Satu lagi, gw pernahnya ke Museum Fatahillah, disini ada 2 lantai..Kebanyakan sih barang2 kuno Jakarta Tempo Doeloe yg ditaruh disini, dari mulai andong, gerobak bakso, sampe kasur jaman dulu juga ada. Tapi berhubung bangunan dan isinya emang udah tuwir banget (apalagi ada penjara bawah tanah bau pesing tuh di lantai bawahnya) itu jadi kesannya rada “horor” gimanaaa gitu..Jangan kebanyakan poto2 disini, takutnya ada makhluk tak diundang yg ikutan…

Welcome to Fatahillah!Welcome to Fatahillah!

pesona#4: lokasinya guampaang banghett diakses. Soalna deket rumah gw ada stasiun kereta, jadi sekali naik, langsung sampe sana deh

pesona#5: Bisa keliling2 naek sepeda ontel (pastikan tubuh Anda dengan mengayuh sepeda lebih beratan bobot yang ngayuh sepeda, soalnya kasian kalo berat-an Anda, hehe..). Dengan merogoh kocek sebesar 10-2o ribu per jam, lo udah bisa ngiter2 in sputaran Museum Fatahillah deh sampe bego..Sepeda ontel ini juga bisa dijadiin properti yg oke juga loh buat poto2..

Mw ngojek sepeda, Bang??=D

Mw ngojek sepeda, Bang??=D

Pokoknya, jangan ragu lagi untuk berkelana ke Jakarta Kota (JK). JK bisa jadi salah satu pilihan yang tepat untuk berwisata bersama teman, sahabat, keluarga atau pacar anda. Selamat berpetualang!

Foto pre-wed niyh, hi3..

Foto pre-wed niyh, hi3..

January 9, 2009

Penyemangat Hari (A tribute to cumumu..)

Filed under: Uncategorized — puput22 @ 8:24 am

Dear God, The lady reading this is beautiful, classy and strong and I love her. Help her live her life to the fullest. Please promote her and cause her to excel above her expectations. Help her shine in the darkest places where it is impossible to love. Protect her at all times, lift her up when she needs you the most and let her know when she walks with you, She will always be safe. Love you!!


Someone has sent me this message about a couple weeks ago.. Yah, mungkin udah banyak juga kali ya orang yg nerima pesen kayak gini. Tapi buat gw, pesan ini segitu meng-inspiring dan menurut gw sih, so sweet banget gitu, kalo sampe ada orang selain orang tua kita yg berdoa segitu baiknya dan segitu tulusnya buat kita..(Soalnya seinget gw sih, gw mah kalo berdoa, paling yg standar aja yah, kayak yg diajarin waktu SD itu, 1)doa’in orang tua..2) Doa pembuka hati..3) doa biar selamat dunia akhirat..Kayaknya gw jarang deh me-mentioned-kan nama temen gw secara spesifik di dalam doa gw (he3), kecuali kalo mereka lagi ada event khusus yg mw dihadapi. Contoh: sidang skripsi.

Intinya, itu message sampe gw simpen di local disk computer gw di kantor, untuk ngingetin gw aja bahwa sedodol-dodolnya gw, pasti akan ada org2 terdekat yg bakal support gw dan terus berdoa untuk gw, yah,,,kayak nyokap gw aka sang-wonder-woman-dalam kehidupan nyata, dan si cumumu..

Khusus mengenai sosok si cumumu ini, walaupun dia berbibir tebal, dan berpantat tebal (halah), tapi dia adalah sosok yg udah menjelma jadi “penyemangat hari” gw dalam setahun lebih 3 bulan ini…Dia yg nemenin gw malam2 bikin tugas2 dan nyelesein skripsi, dia yg nyemangatin truz kalo gw pasti bisa nuntasin utang reportase gw, dan sekarang dya juga yg trus menyemangati hari2 gw dalam mengarungi pekerjaan (tetap) pertama gw..Kadang nggak nyangka kalo kita akhirnya bisa melalui tahap2 kehidupan ini bareng (mulai dari nuntasin kuliah, dan sama2 dapet pekerjaan pertama). Dan kadang nggak nyangka kalo dya bisa sampe melakukan “hal-hal ajaib” buat gw..and I hope he will never change..amiinnn…

Gw yakin setiap orang pasti punya “penyemangat hari-nya” masing2..Jadikanlah dia penerang dalam hidup lo, dan bisa meyakinkan lo kalo lo tuh…”bisa…!”

cumumu

Kangennn..

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — puput22 @ 7:44 am

aku kangen sama jazzbelle..(my old freaking-lovely band in the old days…kangen sama leo, awing, fendo, tian, bram, dan bendik utk main bareng lagi)

aku kangen..tapi kok pala gw disini gak keliatan yah? gpp..yg penting lightingnya keren..ho3..

aku kangen..tapi kok pala gw disini gak keliatan yah? gpp..yg penting lightingnya keren..ho3..

aku kangen sama singapur dan berjuta kemeriahan yg ditawarkan oleh kota yg ber-icon merlion itu..

skrg gak usah ke batam lagi bwt dpt fiskal murah,,,aku udah pny npwp..!!^_^

skrg gak usah ke batam lagi bwt dpt fiskal murah,,,aku udah pny npwp..!!^_^

dan..

aku kangen utk kembali menulis di blog ini..

Well,, hari ini jadi satu hari yg cukup “mengejutkan bagi gw karena hwa…gw lolos probation..Tak disangka tak dinyana..Ternyata perjalanan si dudul dalam kubikel kecil berwarna hijau-oranye di salah satu pusat perkantoran di sudirman ini pun berlanjut..

Padahal second plan gw sebenarnya adalah berwiraswasta..Even kecil2 an, tapi gw suka banget dengan ide bahwa dengan berani memulai untuk membuka usaha sendiri, maka kita bisa membiarkan uang itu yg bekerja untuk kita, dan bukan kita yg bekerja untuk uang..Bukan begitu,, and the answer is…”bukaannn”…(halah)..Intinya kalo punya usaha sendiri artinya kan kita bisa punya daya superioritas sendiri yang membuat kita bebas menentukan: usaha apa yg mw kita pilih, siapa partner yg maw kita ajak untuk bekerjasama, dan yg paling pentng adalah..punya kebebasan untuk menentukan waktu kerja dan nggak terikat sama yg namanya “10 2 Five philosophy”..Yah, tapi itu kan cita2, mudah2an bisa terwujud..

Salah seorang financial planner cewek yg gw kagumi saat ini pernah bilang kalo terkadang orang awam itu sering menganggap bahwa “entrepreneur” tuh punya kasta yang lebih tinggi daripada pegawai bayaran. Tapi dia menganggap bahwa anggapan itu salah, karena sesungguhnya kan setiap orang punya cara masing-masing untuk mendapatkan apa yg mereka mau, ya baik dengan melebarkan sayap jadi entrepreneur, atau go strictly on laddering the way to be the top position on the company.. Yap, gw setuju banget….Tapi disisi lain ya itu…kayaknya kalo bwt gw personally sih..being an employee for the next 30 years sounds not a good idea..Krn jujur, gw bukan orang yg bisa tahan untuk ikut aturan itu..(agak rebel sebenarnya), untung masih bisa inget untuk jalanin amanah dari kontrak kerja..(hehe..)

Anywayz…doakan semoga perjalanan hidup gw at least 3 bulan ke depan masih akan baik2 saja..dan yg untuk jangka pendek ini..mudah2an tgl 8 Feb ini bisa tampil dengan baik di hajatan-besar-mengakhiri-masa-lajang  yg akan dilangsungkan oleh sahabat baik gw dalam berbagi suka-duka pas masa2 unemployed dulu..

Dan gw rasa..rencana ke Melbourne utk saat ini ditunda dulu, karena ada rencana lain yg pengen gw kerjakan…

Doakan saya…!!! ^_^

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.