Puput’s Blog

July 19, 2009

Yes..We (and I) made it!!!!

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , — puput22 @ 10:01 am

Pheww..It’s been a hard week!!.. But the mad season is over, and we can enjoy our success, ho3..All the hardwork is paid off..

Baru kerja 1.5 minggu di kantor, tiba2 perusahaan tempat gw bekerja sekarang, harus melakukan yang namanya audit untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001 dan ISO 22000. Proses audit itu dilakukan dari tanggal 14-17 Juli kemaren. Maklum, namanya juga perusahaan consumer goods, kita musti struggling banget untuk mendapatkan kedua sertifikat itu yang diyakini nantinya bisa meningkatkan trustability masyarakat terhadap produk kita, yang pada akhirnya bisa menaikkan profit bisnis kita.

Selama 4 hari penuh, orang2 kantor musti rela untuk pulang malem demi merevisi findings yang ditemukan sama 2 orang external auditor yang super duper teliti. 4 thumbs up for my female boss that have worked very hard to work on this audit process. She even stayed overnight at the office..!! Wow…saluttt… Smoga dia mendapatkan balasan yang baik atas semua jerih payah yg dia lakukan. GBU Ms. C!

Selama 4 hari penuh kita menjalani proses audit

Selama 4 hari penuh orang2 pada ketar ketir ketika ada findings

Selama 4 hari penuh, sore hari selalu dipenuhi dengan meeting evaluasi

Selama 4 hari, kita harus menerima omelan dari sang ibu internal audit

Selama 4 hari penuh kita terus bertanya-tanya, kita bisa nggak ya, dapet sertifikasi..

Dan..akhirnya saat yang dinanti-nanti itu pun tiba. Hari jumat, tanggal 17 Juli, jam 3 sore kemaren, hasil audit pun diumumkan. Para auditor meeting di ruang meeting kantor kita dari jam 12 untuk menentukan nasib kita. Orang2 kantor pun menunggu dengan harap2 cemas, tegang banget, kayak orang nunggu hasil sidang skripsi. Dan walaupun peran gw disitu cuma seketek, tapi ikutan tegang juga krn I already feel that I also being the part of the team..

Berhasiiiill****

“Selamat bagi bapak/ibu, karena telah lolos verifikasi untuk ISO. Kami sangat salut atas quick action yang dilakukan. Walaupun demikian, ada beberapa temuan minor non conformity yang harus diperhatikan dan ditindaklanjuti lebih lanjut” begitulah sepenggal kalimat pembuka yang diucapkan oleh sang ibu external audit pada jam 3 sore itu. Kalimatnya sempat terputus karena disela oleh tepuk tangan dari semua orang kantor (termasuk gw) yang merasa sangat lega dan bersyukur atas hasil audit ini.

Yes, we made it sodara-sodara. Walopun ada yang harus diperbaiki, kita tetap merasa bersyukur krn bisa lolos audit yang “sangat menyeramkan” ini. Bos besar gw bahkan langsung syukuran dengan mengajak 25 orang kantor yang terlibat di proses ini untuk makan2 dan karokean di salah satu tempat di daerah kelapa gading.

Tapi, kerja belum usai. Kami masih harus merevisi dokumen, melakukan verifikasi dan juga implementasi yang benar sesuai dengan prosedur yang berlaku. Perubahan itu perlu, untuk ke arah yang lebih baik. Dan, itulah yang kami coba lakukan saat ini. Perjuangan untuk mendapatkan sertifikasi ISO sudah semakin dekat. Doakan kami yaa…!

June 19, 2009

Putih = Cantik??

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — puput22 @ 3:50 am

Beberapa waktu lalu, saya kedatangan si bencek, sahabat saya dari Surabaya yang tengah on the job training di Jakarta. Senang sekali rasanya karena akhirnya saya bisa melepas rindu dengan dia. Namun, alangkah terkejutnya saya ketika mendapati ada berbagai macam produk perawatan skin whitening (pemutih kulit) yang tergeletak di meja rias hotelnya.

“Buset, segitu obsesinya banget sih untuk jadi putih??” begitu pikir saya. Namun si bencek membela diri dengan mengatakan bahwa semua tetek bengek perawatan yang ribet itu rela ia lakukan agar kulitnya terlihat “cling”. Katanya, ada rasa kepuasan tersendiri yang ia dapatkan jika dia terlihat putih. Dia bahkan mengkritik penampilan saya yang terlihat hitam.

Yah, si bencek memang tidak bisa disalahkan. Setiap orang berhak untuk mempunyai opini dan cara tersendiri untuk meningkatkan rasa percaya dirinya dengan menjadi putih. Putih memang nampaknya sudah menjadi obsesi sebagian besar wanita Indonesia, termasuk saya dulu. Ya betul, dulu saya akui bahwa memang saya telah terobsesi untuk menjadi putih. Hal itu terjadi karena ketika saya duduk di bangku SMA, ada pressure dari lingkungan dan peer saya untuk menjadi putih.  Akan tetapi, tak dapat dipungkiri bahwa propaganda dari media lah yang memiliki peran paling besar untuk membentuk mind set saya dan para wanita lainnya untuk menjadi putih.

Putih = cantik

Putih = lebih menarik

Putih = lebih ampun untuk menarik hati pria

Lah, terus pa kabar dong dengan wanita Indonesia seperti saya yang rata-rata memiliki kulit sawo matang? Akhirnya berlomba-lombalah para wanita itu untuk menjadi putih dengan mencoba berbagai produk skin whitening yang menjamur di pasaran. Saya sendiri itu kala itu pun tak ketinggalan untuk mencoba salah satu merek Cina yang menyebut dirinya sebagai produk ter-ampuh untuk membuat kulit putih dalam waktu yang singkat. Untungnya, hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Kulit saya terlihat lebih “terang” dan tak disangka, jerawat  pun mulai berkurang. Saya merasa bersyukur bahwa produk itu tidak berdampak negatif bagi kulit saya. Saya pun akhirnya melanjutkan pemakaiannya hingga kuliah. Akan tetapi di kala saya memasuki usia 20-an, saya mulai merasa bahwa hal tersebut tidak dibutuhkan lagi. Saya mulai mencintai diri saya apa adanya, termasuk kulit saya yang semakin menghitam karena aktivitas luar ruangan yang seringkali saya lakukan. Saya merasa bahwa hal yang penting bukanlah kulit yang putih, tapi kulit yang bersih. Selama kulitnya masih bisa terlihat bersih, tidak kucel dan bluwek dengan bantuan sebuah bedak, maka cukuplah perawatan kulit yang saya lakukan tanpa harus memakai lagi segala macam produk skin whitening itu.

Saat ini, saya merasa beruntung karena saya sudah menghentikan pemakaian produk skin whitening itu karena maraknya pemberitaan mengenai dampak negatif dari produk-produk tersebut. Kanker kulit, kulit memerah, dan kulit terkelupas hanyalah sekelumit dari tumpukan masalah yang disebabkan oleh produk pemutih itu. Gambar-gambar wanita dengan kulit yang rusak dan menyeramkan yang dengan gamblangnya ditampilkan di TV pun akhirnya membuat saya semakin “ngeri” untuk mencoba-coba produk itu lagi. Yah, saya tidak mengatakan bahwa keinginan menjadi putih itu jelek, karena hal tersebut  pada akhirnya kembali pada masing-masing individu. Akan tetapi, alangkah baiknya jika kita semua bisa menerima dan mencintai diri kita apa adanya. Ingin menjadi putih sah-sah saja, tapi jangan sampai menjadi obsesi yang akan merugikan diri sendiri pada akhirnya. Media pun seharusnya mendukung hal ini dan mencontoh marketing communication yang dilakukan oleh Benetton dan The Body Shop yang menekankan pentingnya bagi wanita untuk menerima diri sendiri apa adanya karena setiap individu itu unik, dan setiap wanita itu cantik.

Saran saja nih buat salah satu produk pemutih, jangan hanya mempropaganda tagline “Bening Merona”, tapi kalau bisa, propagandakanlah juga tagline “Hitam mempesona”. Hal tersebut juga masih bisa menjadi Unique Selling Point kan? Jadi positioningnya bukan hanya membuat kulit lebih putih, tapi membuat kulit lebih bersih, sehingga wanita-wanita Indonesia yang berkulit hitam ataupun sawo matang tidak lagi memiliki obsesi berlebihan untuk memiliki kulit yang putih agar dianggap cantik. Apapun warna kulitnya, “wajahmu tetap bisa mengalihkan duniaku kan?” = p

Cheers,

-Puput-

Aku Ingin Kamu Cepat Pulang

Filed under: Uncategorized — puput22 @ 3:27 am

Aku Ingin Kamu Cepat Pulang..

Aku hanya ingin kamu cepat pulang..

kembali ke rumah

tempat di mana kamu merasa nyaman

dan aku merasa aman..

I want you to come home

I want you to come home

Aku posesif, aku obsesif, aku bawel

itulah protes yang sering kamu lancarkan..

Tapi..

Tahukah kamu..

Mengertikah kamu..

bahwa..

Aku hanya ingin kamu cepat pulang

meninggalkan semua rutinitas dan kegilaan itu

agar aku bisa kembali memilikimu secara utuh

mendengarkan suaramu dengan damai

merasa tenang karena kamu sudah tak bergulat lagi dengan kepenatan

dan menduakan aku dengan rutinitas dan godaan lain yang mungkin datang

Cinta adalah pengertian

dan aku adalah wanita yang ingin dimengerti

Jadi, kumohon agar kamu mengerti

bahwa aku ingin kamu cepat pulang

dan memahami dengan pasti

bahwa ada seseorang yang menunggu kamu pulang

disini..

June 18, 2009

Hadiah Untuk Mama

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — puput22 @ 4:29 am

“Just because she’s my mother,I’m supposed to love her. oK, she’s the one who gave birth, but that’s her choice not mine. Why should you love someone who gave birth to you as if you’re supposed to be thankful that she brought you in this world. What’s the point if you live in eternal boredom you should’nt have been born at all.” (Novita Estiti dalam Novel “Subject:RE”)

Bukan seperti kutipan dari novel di atas
Aku mencintai ibuku tidak terpaksa
Karena kasih dan sayangnya yang aku rasakan tulus
Bagai air yang mengalir dari hulu ke hilir
Bak bentangan langit biru yang setia menaungi bumi
Dan bagai siang dan malam yang terus menyapa dunia
Tanpa pernah ada pamrihnya


My love for her comes naturally

Meski terkadang lidah ini berkata penuh cela
Dan menggoreskan sebentuk luka di hatinya
Bahkan menggenangkan air mata dari pelupuk matanya yang suci
Maaf…
Hanya itu kata yang bisa aku sampaikan untuknya
Karena ketika setan telah menguasai pikiranku
Cuma tindakan penuh nista yang tersisa


My love for her comes naturally

Karena setiap tetes keringatnya yang menganak sungai
Tak pernah dia pedulikan
‘Tuk mengumpulkan sesuap nasi untuk benih-benihnya tercinta
Kagum…
Adalah perasaanku yang terdalam untuknya
Karena perjuangannya yang begitu hebat
Dalam menjalani hidup yang penuh dengan riak ini
Dan aku tidak pernah merasa menyesal dilahirkan ke dunia ini olehnya
Karena aku BANGGA memiliki ibu seperti dia
Happy 42nd Birthday Mom….

Nb: Nggak sengaja nemu tulisan ini di kompie gw, btw, nyokap gw sekarang ud 45 tahun lho, masih muda yah,, hehe..

June 11, 2009

Reuni itu

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — puput22 @ 6:16 am

Tak lekang oleh waktu. Itulah kalimat yang bisa menggambarkan persahabatan saya dengan Finna, sahabat yang telah saya kenal dari jaman TK, saat saya masih culun (sampai sekarang mungkin, hehe..) dan masih endut banget. Banyak memori tak terlupakan yang saya lalui bersama dia. Salah satunya adalah saat dia ikut membela saat saya berantem dengan salah satu teman yg selalu menganggu saya saat saya duduk di kelas 5 SD. Saya ingat sekali, betapa berapi-apinya dia saat membela saya di kala itu. Duh, benar-benar sosok teman sejati deh..

My beloved one

My beloved one

Dia adalah sahabat terlama dan terawet saya. Dan walopun kita cuma satu sekolah pas TK dan SD doang, tapi sampe sekarang persahabatan kita masih awet. Komunikasi terus berjalan lewat media telepon maupun sms (walopun kita terkadang ketemu cuma 2-3 kali setahun).

Kita bagaikan Yin dan Yang, beda banget, tapi saling melengkapi. Dia lebih kalem, pendiam, dan mampu mengontrol emosi, sementara saya lebih ekspresif, dan lebih emosional. Dia lebih feminin, saya tomboy. Dia mempunyai tingkat sosial yang tinggi, sementara saya sangat materialis. Dia suka ngaji, sementara saya suka nyanyi =p. Dia sudah memakai hijab (berjilbab) dan bertransformasi menjadi sesosok muslimah sejati, sementara saya masih gini-gini aja, hehe..Tapi, itulah indahnya persahabatan, kita malah menghargai perbedaan yang ada di antara kita. Dia tak pernah memaksa saya untuk menjadi seperti dia, dan saya pun demikian. Saya hanya berharap bahwa suatu saat saya pun merintis jalan menuju arah yang lebih baik (dalam hal religi) seperti hal nya dia. Amin.

Kemarin, 4 Juni 2009, adalah hari ultahnya, dan saya pun berinisiatif untuk memberikan surprise dengan pergi ke rumahnya. Puji syukur, surprise nya berjalan sukses dan kami pun melepas kangen dengan saling berbagi kisah dan kabar. Reuni sore itu pun diakhiri dengan makan bareng di salah satu restoran Jepang cepat saji.

Bahagia rasanya bisa kembali bertemu dengan dia. Rasanya seperti pulang ke rumah, aman dan nyaman. Walaupun saya dan dia jarang bertemu, tapi saya merasa bahwa dia adalah sosok yang tak akan pernah pergi dan akan selalu berada di hati saya.

Thanks for all the support Na..I love u.

May 25, 2009

Perihnya Dibohongi

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , , , — puput22 @ 4:56 am

Saya benci dibohongi. Begitupun dengan perempuan-perempuan lainnya di dunia ini. White lie atau apapun itu, yang namanya bohong, ya tetap bohong..Tidak ada excuse untuk itu, dan tidak ada apapun yang bisa menjustifikasi tindakan itu..

Sebuah hubungan yang baik dibangun atas dasar kepercayaan. Dan jika kepercayaan itu dilanggar, pasti akan susah bagi seseorang utk mempercayai orang yang telah berbohong itu.

Ada maaf untuk kebohongan yang pertama, ada toleransi dan harapan baru agar sikap itu berubah pada kebohongan yang kedua. Tapi ketika lahir kebohongan yang ketiga, hanya sakit hati dan rasa MUAK yang tersisa.

kebohongan itu menyakitkankebohongan itu menyakitkan
Orang bijak selalu bisa belajar dari pengalaman, krn pengalaman adalah guru yg paling berharga. Berubah memang sulit, tapi paling tidak berusalah untuk lebih baik, dan tidak mengulang kesalahan yang sama untuk yang kedua, ataupun untuk yang kesekian kalinya. Keledai saja tidak sebodoh itu untuk bisa jatuh ke lubang yang sama bukan?!!

Introspeksi. Ya, betul, introspeksi, saya pun tahu jika saya bukan manusia suci yg tidak punya kesalahan. Jangan terus menyalahkan orang lain atas kesalahan yang diperbuat. Semut di seberang lautan gampang dilihat, tapi gajah di pelupuk mata malah luput dari penglihatan, itulah yang terjadi pasa sebagian besar orang termasuk saya. Jadi, alangkah baiknya, jika  mencoba melihat sesuatu dari perspektif orang lain dan mencoba berempati terhadap perasaan orang lain. Kebohongan yang dibuat hanya dengan dalih untuk menutupi kesalahan dan menghindari pertengkaran bukanlah sikap yang bijak. Ketika kebohongan itu terkuak, pihak yang berbohong akan merasa lebih malu dan pihak yang dibohongi akan merasa LEBIH sakit hati lagi kan?! Terkadang, luka batin lebih sakit rasanya dibanding luka fisik. Ini bukan sekedar kata ataupun kutipan dari syair-syair lagu semata, akan tetapi dari pengalaman hidup yang saya dan teman-teman lain mungkin alami.

Ada beberapa tanda-tanda atau ciri-ciri dari seseorang yang berbohong:
1. Ketakutan (dia terlihat ketakutan ketika kita mencoba untuk mengkonfirmasi)
2. Ketidakyakinan dan ketidakkonsistenan dalam menjawab (jawaban yang diberikan terlihat tidak meyakinkan dan tidak rasional, dan terkadang jawabannya berubah-ubah, terutama di saat dia dalam keadaan terdesak).
3. Bersikap lebih defensif (dalam artian lebih galak, dan mencoba membela diri nya sebisa mungkin dan tetap bertahan dengan kebohongan yang dia ciptakan).
4. Marah-marah sendiri dan bersikap lebih kasar terhadap orang yang dibohongi.

Ciri-ciri di atas bukan saya ciptakan sendiri, tapi saya ambil dari pengalaman yang terjadi pada saya. SAYA TIDAK SUKA DIBOHONGI. Dan ketika ciri-ciri di atas muncul, hati kecil dan insting saya mengirimkan pesan ke otak, bahwa saya dibohongi. Dan dari pengalaman yang saya alami, insting saya tidak pernah berdusta. Jika saya merasa bahwa saya dibohongi, saya tidak akan tinggal diam, saya akan terus berjuang utk mendapatkan kebenaran, walaupun akhirnya sakit dan perih yang terasa ketika akhirnya kebenaran itu terkuak.

Terlepas dari kesakitan yang saya alami, saya bersyukur bahwa akhirnya Tuhan memberikan petunjuk tentang cara untuk memfilter orang yang bisa saya percaya dan yang TIDAK LAYAK saya percayai.

Lebih baik jujur, walaupun kejujuran itu menyakitkan, daripada berbohong dan akhirnya ketahuan. Kejujuran lebih terhormat dan mulia dibandingkan kebohongan.

sumber gambar:www.dicts.info/ picture-dictionary

April 20, 2009

Takut…

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , — puput22 @ 8:09 am

takut

Takut miskin,,,takut gak nikah2,,takut mati. Tapi mungkin gw paling takut sama ketakutan yang terakhir. Yupz, takut mati. Kayaknya belum siap deh, masih banyak dosa deh, dll…

Salah satu kerabat gw saat ini sudah dinyatakan oleh dokter bahwa ia sudah dekat sekali dengan kematian karena mengidap kanker hati. Emang siyh, gak tahu kapan tepatnya, tapi dengan adanya vonis itu, aroma kematian nampaknya sudah menyengat.

Di umur yang masih relatif muda, penyakit mematikan itu sudah menyergapnya, tanpa ampun, dan tanpa basa basi, membuat dunia yg dijalaninya kini terasa hampa dan sia-sia. Sinetron banget yah bahasa gw,,tapi beneran deh, kalo gw jadi dia,,gak kebayang gimana sedihnya..Mungkin orang lain akan bilang, yah, coba dijalanin aja, pasrah, dan coba jalanin waktu yang tersisa dengan sebaik mungkin dan bertobatlah selagi masih ada waktu..Yang terakhir itu sih yg paling penting..

Tapi, beneran deh, coba kalo lo atau gw yang ada di posisi itu..Kebayang nggak siy betapa beratnya. Betapa beratnya untuk tahu bahwa waktu lo di dunia ini nggak banyak lagi. Betapa beratnya untuk tahu bahwa penyakit itu sulit banget dihentikan dan akan membuat lo kian sakit di setiap harinya..Ouch..

Dan..penderitaan itu lah yang dialami oleh om gw sekarang. Semua sodara udah pada nengok..Ortu gw juga udah nengok..Tapi kok gw ngerasa takut banget ya untuk ketemu dia setelah denger bahwa kondisi dia saat ini udah sangat ”memilukan” saat ini. Badannya kurus kering dan matanya terlihat begitu menonjol seolah mau copot. Gw takut,, ngedenger cerita tentang kondisinya udah sukses bikin gw merinding..Bukan rasa jijik atau apa, tapi lebih ke rasa..rasa apa ya..ya rasa takut itu..Gw takut kalo suatu saat gw bisa terkena musibah kayak dia. Gw rasa kayaknya gw nggak kuat untuk ngeliat kondisi dia sekarang..Yang bisa gw lakukan sekarang paling cuma berdoa dari jauh smoga Tuhan kasih kekuatan dan jalan untuk pertobatan bagi dia..

Yah, mudah2 an Tuhan juga kasih kekuatan bagi gw untuk menghilangkan rasa takut itu..semoga..

Source Gambar:  http://rebeccaburns.com

April 17, 2009

Rumput Tetangga (Nggak) Selalu Lebih Hijau Daripada Rumput Sendiri

Filed under: Uncategorized — Tags: , , , , , , — puput22 @ 3:21 am

rumput

Hell yeah? (Kayak judul buku biografi wimar witoelar yg ditulis Fira Basuki yah?). Tapi begitulah reaksi gw saat nyokap gw bilang hal ini 2 hari yang lalu.

Kadang, dari perspektif gw, banyak banget orang lain yang kehidupannya ataupun penampilan fisiknya ataupun kualitas otaknya yang jauuhhh lebih baik dari gw sehingga kadang gw suka wondering, kok nasib gw cuman kayak gini aja…Gw tahu, bahwa gw mestinya bersyukur krn masih banyak orang yg di “bawah” gw. Tapi namanya juga manusia, pasti wajar kan selalu pengen yang lebih, nggak pernah puas, dan bertentangan sama Hukum Gossen (ada yang tahu Hukum Gossen?!!)..

Anywayz, back to the topic, kemaren nyokap gw tiba2 masuk kamar gw terus cerita kalo salah satu sodara ada yang tiba-tiba sms, trus mau minjem duit ke nyokap. Nyokap gw kaget, karena si sodara ini menurut dia kayaknya cukup “berada”, berpenampilan cukup snob, dan berkecukupan lah pokoknya. Tapi, kok tiba2 jadi bokek berat yah?

Trus nyokap gw bilang gini:
Wah, dari luar sih kayaknya penampilannya bagus yah, rumah juga oke, tapi kok kayak gini. Makanya Put, jangan selalu ngira rumput tetangga tuh lebih hijau dari rumput sendiri karena kan kita Cuma tahu keadaan luarnya dia, mana tahu kalo ternyata keadaan dalamnya malah lebih jelek begitu..”

Buseth, nyokap gw ternyata bisa wise juga ya, padahal doi kan biasanya becanda gitu orangnya. Tapi emang pernyataannya bener banget loh..Kadang kita suka nilai orang dari luar nya aja, ”wah, dia kok cantik banget, dia kok pinter banget, dia kok…bla..bla..bla…banget” . Tapi kan kita nggak tahu kulit dalemnya, yah, kali aja dia penyakitan, atau memiliki kekurangan lainnya yg belum ter-discover.

Kayak salah satu temen gw, tadinya sih gw rada2 ngiri sama doi. ”wah, pinter, dapet kerjaan bagus, gajinya tinggi.” Tapi tahu nggak dia bilang apa? ”Wah, jangan nilai gw terlalu tinggi, ini sekarang gw jadi tulang punggung keluarga, gaji gw sebagian besar gw kasih buat ngidupin keluarga gw, bukan buat gw sendiri..”…

See, ternyata ada sisi lain ya dibalik berkah besar yg dia dapet, dan buat gw jadi merasa bersyukur atas kehidupan ”biasa-biasa” yg gw jalani ini.

February 13, 2009

cOLOR cHEcking–from DOUBUTSU URANAI

Filed under: Uncategorized — Tags: , — puput22 @ 5:45 am

Puput
22/09/1986

it's meit’s me

You are Black Tiger, who is healthy and lively woman.
Just being there, makes the atmosphere bright and cheerful.
Your sociable and kind personality makes you have lots of friends, and you are very popular.
Nevertheless, unlike your open attitude, you can be too serious and argumentative.
You possess both pure and very calculative mind.
But just as you look, you can adapt easily to circumstances, and would not do things that break the harmony of the group.
You don’t show your strain of grief, and can live life happily and cheerfully in any situation or difficulty.
Your strong mentality acts as one of your strength to make your ideals come true.
Because of this, you can be rather obstinate to stick to the plans you have made.
You have a brilliant mind and high intelligence and can make decisions logically and calmly.
Your attitudes and preferences seem to be straightforwardly huge, people may think you extravagant.
But although you seek extravagance in atmosphere, economically you are very thrifty.
You are suited to occupations like lawyers and police women, which can use your sense of justice to its maximum.
But you are very tough and can pour all your energy into anything you end up doing.
After marring, you will put your natural motherly instinct to bring up a warm family.
But your sociability keeps many people like you to carry on working.

February 11, 2009

Starbucks oh Starbucks, the Best Example of Experiential Marketing

The Ndeso goes to Starbucks…Itu kali yah tema yang pas untuk menggambarkan insiden ketika gw dan cumumu “bertandang” ke Starbucks, sebuah kedai kopi mumpuni yg terkenal di seluruh negeri.

Jujur, kita berdua tuh sama sekali belum pernah ke Starbucks sebelumnya. Kalo gw sih jelas alasannya karena “sayang duit man, masak untuk segelas kopi aja gw harus mengeluarkan 30ribu sih?” Well, gw emang tipe konsumen yang memperhatikan banget value for money, jadi gw pengen mengeluarkan uang yg menurut gw sebanding dengan bukan hanya dengan manfaat atau core benefit nya, tapi gw juga sebagai konsumen mengharapkan ada value added di samping itu.

Soo...tempting..

Soo...tempting..

Tapiiiii…dikarenakan oleh lokasi Starbucks yang tepat berada di lantai dasar gedung tempat gw berkantor sekarang, akhirnya godaan untuk merasakan experience minum di Starbuck pun datang. (Secara setiap pagi, gw pasti melewati kedai kopi terkenal itu.). Akhirnya suatu pagi, gw berencana untuk mampir ke sana sama si Cumumu untuk merasakan experience “ngopi-pagi-pagi-santai dan berkelas” disana.

Skenario 1: Sayup-sayup suara musik jazz yang terdengar dari dalam udah semakin menggoda iman kita untuk mampir kesana

Skenario 2: Akhirnya kita berdua pun nggak tahan dan menetapkan niat untuk benar-benar melaksanakan rencana kita untuk mampir kesana.

Skenario 3: Sampai depan kasir, plenga-plengo, bingung, “pesen apa yah?” “kok harganya mahal semua?”. (Udah tahu sih mahal, tapi tetap aja takjub ngeliat deretan daftar harga yang tertera, yg menurut kita kok nggak sebanding sama apa yang didapatkan).

Skenario 4: Mulai gelisah, ragu-ragu dan lirak-lirik. Sampai akhirnya pupil mata gw menemukan tulisan: “Expresso Macchiatto” – 17ribu. “Wah, itu yang paling murah” gw teriak kegirangan. (Yah, emang sih gw pernah dibeliin starbucks sama kantor waktu itu, tapi kan yang beliin OB nya, gw cuman mengamini aja, waktu itu dibeliin Caramel Macchiatto kalo nggak salah). Tapi begitu liat ada yg lebih murah, gw langsung heboh. “Pi, beli yg itu aja”…

Skenario 5: Pesanan kita, “Expresso Macchiatto” datang

Skenario 6: Terkejut, hampir pingsan malah. ”Haaahhh,,, kok gelasnya kecil mungil tiny winy bity banget yah?”. Asli, gw dan si cumumu terkejut 180 derajat. “Nih, kagak salah nih, bayar 17 ribu gelasnya kecil kayak gelas bayi gini doang?” Mayday, mayday, telah terjadi service gap disini. — Service Gap terjadi ketika expected value (apa yang konsumer harapkan) tidak sesuai dengan perceived value.

Skenario 7: Pasrah, dan akhirnya membawa pesanan kita ke sofa-coklat-yang-kelihatan nyaman yg telah disiapkan disana.

Skenario 8: Pas nyicipin kopinya, hueeekkk…ternyata pahit banget jo

Skenario 9: Pasrah, dan pura-pura menikmati kopi sambil ngobrol-ngobrol santai dan baca-baca majalah yang disediakan

Skenario 10: Menyesali nasib.

Wah, pasti yang baca tulisan gw sampe sini langsung tertawa termehek-mehek dan mereka yang udah sering “ngupi-ngupi” di starbucks pasti bilang: “dodol banget sih nih anak, udah tahu namanya expresso, ya pasti pahit lah…” Well, I’m sorry, but I really don’t know about this, and if knew this before, I won’t order it, for sure..(sighs)..

Nasi udah jadi mie ayam, “insiden starbucks” gw emang udah nggak bisa dirubah lagi. Tapi, bukan berarti hal itu jadi merubah image gw tentang Starbucks yang menurut gw adalah salah satu kedai kopi yg punya brand positioning yang udah kuat banget, punya kesan elegan, gaul, untuk socialite, dan bergengsi. Karena menurut gw, itu adalah karena kesalahan gw sebagai konsumen. Intinya, akhirnya gw bisa juga merasakan pengalaman untuk ngopi-ngopi di kedai franchise ternama ini. Gw bisa juga merasakan prestise karena bisa berada disana, menikmati suasana pagi yang classy, nyaman, dan menenangkan bersama Cumumu dan ditemani oleh musik-musik jazzy yg relaxing. Emang bener, ambience disana emang enak banget dan menyadarkan gw bahwa orang-orang marketing emang nggak salah kalo bilang bahwa Starbucks adalah the Best Example of Experiental Marketing.

Untuk yang belum tahu apa itu experiental marketing, bacalah penjelasan di bawah ini:

“Experiential marketing is a commercial strategy that sometimes complements or even replaces conventional media/print marketing. It attempts to captivate all five senses (touch, taste, smell, sight, sound) to form a comprehensive and memorable experience”

Tujuannya adalah di bawah ini:
“The purpose of experiential marketing is to foster a connection between the individual and the brand. Experiential marketing creates feelings and emotions. People do not purchase simply because they need the good, but rather to feel the experience of using the product”Jadi pada dasarnya, orang datang ke Starbucks dan rela untuk membayar sampai puluhan ribu untuk secangkir kopi itu bukan hanya untuk mendapatkan produknya (kopi), tapi juga untuk merasakan pengalaman ketika meminum kopi tersebut. Not only for buying a cup of coffee, but also to buy the experience, buy the services, buy the relaxing ambience, buy the prestige feelings, buy the cozy and comfortable sofa, and also buy the smile and hospitality from the barrista. Dan karena itulah, para konsumen biasanya balik lagi ke tempat mereka dan akhirnya jadi customer loyal.

Unfortunately, their strategy isn’t work for a type of customer like me. Karena gw pikir, “pay for 30rb only for a cup of coffee isn’t worth it at all”. I can pay for another more valuable things with that amount of money. Emang sih, gw bisa merasakan hal-hal yg gw tulis di paragraph sebelumnya, yaitu misalnya keramahan pelayanan dan tempat yg nyaman. Tapi bagi gw, kalo misalnya gw minum kopi di dunkin donat ataupun di kedai kopi kecil di belakang kantor gw itu juga udah nyaman kok. I don’t really need those premium services and prestige feelings to indulge my self. Yang menjadi titik tolak ukur bagi gw adalah lebih ke kualitas produknya. Walaupun memang sih, cara berpikir gw yg seperti ini nggak berlaku di semua produk. Karena kalo menurut gw, bayar mahal hanya untuk minum kopi itu bisa aja nggak worth it, tapi kalo bayar rada mahal untuk “having a dinner in such a cozy and romantic place surrounded by the view of the mountain” itu mungkin gw mau. Karena menurut gw, disana gw bisa mendapatkan suasana yg “lebih” dibanding hanya terkungkung dalam sebuah kedai berukuran medium hanya untuk menikmati secangkir kopi.

Nggak setuju yah? = p

« Newer PostsOlder Posts »

Theme: Banana Smoothie. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.